Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 19 Nov, 2025

Tunggu, Tadi Katanya "Koreksi Sehat"? Analis Lain Bilang "JUAL SEKARANG!". Membedah Skenario "Major Swing Sell" Emas

Tunggu, Tadi Katanya "Koreksi Sehat"? Analis Lain Bilang "JUAL SEKARANG!". Membedah Skenario "Major Swing Sell" Emas

Intro: Selamat Datang di "Perang" Analis. Emas Mau Beli atau Mau Jual, Sih?

Pusing? Bingung? Selamat, Anda resmi menjadi trader Emas (XAUUSD). Baru kemarin rasanya kita membedah analisis "koreksi sehat" yang menenangkan jiwa. Analisis yang bilang, "Tenang, harga turun ini cuma diskon, kita lagi di 'Bullish Channel', siap-siap 'Golden Pocket' di $2300, lalu kita terbang ke rekor baru!"

Rasanya damai, kan? Kita sudah siap-siap pasang jaring serok di bawah.

LALU... HARI INI... kita dihadapkan pada analisis yang sama sekali berbeda. Analisis dari "kubu seberang". Analis bernama DIMA_S di TradingView dengan judulnya yang sama sekali tidak menenangkan: "XAUUSD GOLD View Remain The Same - Major Swing Sell".

"View Remain The Same"? "Major Swing Sell"? Ini adalah dua frasa yang kalau digabung artinya: "Saya dari kemarin sudah bilang JUAL, dan sekarang saya makin yakin. Ini bakal ANJLOK."

Jadi, siapa yang benar? Si analis "koreksi sehat" yang optimis, atau si analis "kiamat sudah dekat" yang pesimis? Apakah Emas sedang diskon besar-besaran, atau kita sedang berdiri di tepi jurang yang siap longsor?

Hari ini, kita tidak akan mencari siapa yang benar. Kita akan melakukan sesuatu yang lebih penting: memahami kenapa mereka bisa memiliki pandangan yang 180 derajat berbeda. Kita akan bedah logika si analis bearish ini, dengan bahasa sarkas yang mudah dipahami, agar kepala Anda tidak meledak.

Siapkan sabuk pengaman. Kita akan masuk ke sisi gelap dari analisis teknikal.

Membedah Argumen 'Beruang': Kenapa Analis Ini Sangat Yakin untuk "Sell"?

Jika analis "Bullish" kemarin senjatanya adalah "Bullish Channel" dan "Fibonacci", maka analis "Bearish" ini senjatanya beda lagi. Dia menggunakan konsep yang disebut "Smart Money Concepts" (SMC). Ini adalah cara pandang yang (katanya) mengikuti jejak para "Bandar" atau "Smart Money".

Dan menurut si analis ini, para bandar baru saja memberi kita sinyal JUAL yang sangat kuat. Ini adalah tiga pilar utama dari argumen "Major Swing Sell"-nya.

Pilar 1: "Bearish Order Block" (OB) - Tembok Raksasa Para Bandar

Analis ini menunjuk sebuah "zona" di harga atas yang dia sebut sebagai "Bearish Order Block" (OB) atau "Zona Suplai".

Apa Itu 'Bearish Order Block'?

Ini adalah istilah keren untuk "area di mana para bandar menaruh order JUAL raksasa mereka". Gampangnya, ini adalah "jejak" yang mereka tinggalkan. Secara teknis, ini seringkali adalah kandil bullish (naik) terakhir sebelum harga anjlok gila-gilaan.

Loh, kok kandil naik malah jadi area jual?

Bayangkan Anda adalah bandar. Anda mau jual Emas 100 ton. Kalau Anda langsung "JUAL" 100 ton sekaligus di pasar, harganya akan langsung ambruk dan Anda rugi sendiri. Jadi, apa yang Anda lakukan? Anda "mencicil". Anda pura-pura membeli sedikit (menciptakan kandil naik) untuk memancing pembeli lain masuk. Saat para "ikan teri" (ritel) mulai ikut beli, Anda langsung "HAP!"—Anda guyur mereka dengan 100 ton order jual Anda.

Area "pura-pura beli" terakhir sebelum Anda mengguyur itulah yang disebut "Bearish Order Block". Itu adalah "zona perang" di mana suplai (penawaran) jauh mengalahkan permintaan (minat beli).

Lalu, Kenapa Itu Penting Sekarang?

Pasar punya ingatan yang kuat. Setelah harga anjlok, pasar seringkali akan "balik lagi" ke zona OB itu untuk "tes" sekali lagi. Dan analis DIMA_S ini bilang: Kita baru saja menyentuh zona OB itu... dan DITOLAK.

Harga Emas naik, menyentuh "tembok" para bandar itu, dan sekarang mulai turun. Bagi si analis, ini adalah konfirmasi. "Pintu masuk" untuk ikut JUAL bersama para bandar sudah terbuka.

Pilar 2: "Break of Structure" (BOS) - Surat Cerai dari Tren Naik

Jika "Order Block" adalah alasan untuk jual, maka "Break of Structure" (BOS) adalah konfirmasi bahwa tren sudah berbalik.

Apa Itu 'Break of Structure'?

Bayangkan tren naik (uptrend) adalah sebuah tangga. Untuk naik, Anda harus terus membuat pijakan yang lebih tinggi (Higher Low / HL) dan puncak yang lebih tinggi (Higher High / HH). Selama Anda tidak pernah mematahkan pijakan di bawah Anda, Anda masih dalam tren naik.

 

Sebuah "Break of Structure" (BOS) bearish terjadi ketika harga... terpeleset. Ia jatuh dan menembus pijakan terakhir (Higher Low) yang ia buat.

Analis ini melihat grafik (kemungkinan di timeframe yang lebih kecil seperti H4 atau H1) dan berteriak: "LIHAT! HARGA SUDAH MEMATAHKAN PIJAKAN TERAKHIRNYA!"

Bagi trader SMC, ini adalah sinyal alarm kebakaran. Ini bukan lagi "koreksi sehat". Ini adalah "patahan". Ini adalah "surat cerai" resmi dari tren naik. Ini adalah sinyal bahwa momentum telah bergeser dari pembeli ke penjual. Setelah BOS terjadi, strategi default mereka berubah: dari "cari peluang beli" (buy the dip) menjadi "cari peluang jual" (sell the rally).

Pilar 3: "Liquidity Grab" (Sweep) - Jebakan Batman Level Dewa

Ini adalah bagian paling sinis, paling sarkas, dan paling "bandar" dari semua analisis. Analis ini juga menyoroti adanya "Liquidity Grab" (atau "Sweep") tepat sebelum harga menyentuh Order Block.

Apa Lagi Ini 'Liquidity Grab'?

Likuiditas adalah... uang. Secara spesifik, itu adalah tumpukan order. Di mana tumpukan order terbanyak di pasar? Jawabannya: di atas Puncak (High) sebelumnya dan di bawah Dasar (Low) sebelumnya. Kenapa?

Karena di situlah para trader ritel (kita) menaruh Stop Loss!

Bayangkan, banyak orang nge-short (jual) Emas terlalu dini. Mereka menaruh Stop Loss (perintah beli otomatis untuk membatasi kerugian) beberapa dolar di atas puncak X. Para bandar tahu ini. Mereka BISA melihat order Anda.

Jadi, apa yang mereka lakukan sebelum mereka benar-benar ingin menurunkan harga? Mereka sengaja menaikkan harga sedikit, melewati Puncak X. Mereka "berburu" Stop Loss Anda. Perintah Stop Loss Anda (yang merupakan order BELI) tereksekusi, memberi mereka "bahan bakar" likuiditas yang mereka butuhkan untuk mengisi order JUAL raksasa mereka.

Harga naik cepat, "menyapu" (sweep) semua likuiditas, lalu langsung anjlok. Ini adalah "Jebakan Batman" level dewa. Ini adalah false breakout yang dirancang untuk memakan korban.

Analis DIMA_S melihat ini dan tidak tertipu. Dia melihat "sapuan" likuiditas itu bukan sebagai tanda kekuatan bullish, tapi sebagai tanda manipulasi terakhir sebelum harga benar-benar dibuang. Ini adalah "bensin" yang dibutuhkan bandar untuk memulai "Major Swing Sell".

"Koreksi Sehat" vs "Major Swing Sell": Jadi Saya Harus Percaya Siapa?

Sekarang Anda pusing. Saya tahu.

Di satu sisi, kita punya Analis A ("Koreksi Sehat") yang melihat grafik mingguan (weekly), menggunakan "Bullish Channel" dan "Fibonacci", dan menargetkan $2300 untuk beli. Ini adalah pandangan makro jangka panjang. Dia memakai teleskop.

Di sisi lain, kita punya Analis B ("Major Swing Sell") yang melihat grafik harian (daily) atau 4 jam, menggunakan "Order Block" dan "Break of Structure", dan melihat penolakan di harga atas sebagai sinyal JUAL. Ini adalah pandangan mikro jangka menengah. Dia memakai mikroskop.

Siapa yang benar? Jawabannya: KEDUANYA BISA JADI BENAR.

Loh, kok bisa? Begini skenarionya: Skenario Analis B bisa terjadi terlebih dahulu. Harga bisa saja benar-benar turun (anjlok) dari "Order Block" ini, mengikuti skenario "Major Swing Sell". Harga bisa jatuh... jatuh... dan jatuh... sampai ke mana? Sampai ke $2300.

Dan di $2300, siapa yang menunggu? Benar. Analis A dengan "Golden Pocket" Fibonacci dan "lantai Bullish Channel"-nya.

Jadi, bisa saja "Major Swing Sell" ini adalah cara harga untuk mencapai target "Koreksi Sehat". Si analis bearish akan untung dari penurunan (JUAL di $2400, tutup di $2300), dan si analis bullish akan untung dari kenaikan (BELI di $2300, target $2500).

Inilah dunia trading. Ini bukan soal "naik" atau "turun". Ini soal "dari mana" dan "ke mana"... dan dalam "jangka waktu apa".

Kesimpulan: Pusing Adalah Sinyal untuk Belajar (dan Follow INVEZTO)

Jadi, apa yang kita pelajari hari ini? Kita belajar bahwa Emas tidak sedang "naik" atau "turun". Emas sedang berada dalam "perang" teknikal.

Kubu Bearish (Penjual) punya argumen kuat:

  1. Harga ditolak di Tembok Bandar (Bearish OB).
  2. Tren sudah Patah (Break of Structure).
  3. Bandar baru saja Menjebak (Liquidity Grab).

 

Target mereka? Jauh ke bawah. Mungkin $2300, mungkin lebih rendah lagi. Ini adalah "Major Swing Sell" (Penjualan dalam ayunan besar).

Pusing? Tentu saja. Mencoba memahami semua ini sendirian itu seperti mencoba merakit roket sambil tutup mata. Setiap analis punya alat dan cara pandang favorit mereka. Tidak ada satu "kebenaran" mutlak.

Inilah mengapa Anda tidak bisa hanya membaca satu analisis dan bertaruh besar. Anda harus terus update setiap hari, melihat bagaimana "perang" ini berlangsung. Dan cara terbaik untuk tetap update dengan info-info pasar yang relevan, edukatif, dan (kadang) sarkas seperti ini... adalah dengan tidak sendirian.

Langsung saja follow semua akun sosial media INVEZTO. Di sana, kami menyajikan wawasan pasar, membedah analisis-analisis rumit, dan memberikan info menarik lainnya setiap hari. Jangan biarkan Anda pusing sendirian. Mari kita navigasi kegilaan pasar ini bersama-sama.

Peringatan Keras (Disclaimer yang Tidak Bisa Ditawar)

Ini BUKAN sinyal trading. Ini adalah artikel edukasi yang membedah DUA pandangan analis yang BERBEDA. Artikel ini tidak menyarankan Anda untuk BELI atau JUAL. Ini hanya menunjukkan kerangka berpikir mereka.

Semua keputusan trading dan investasi adalah 100% tanggung jawab Anda. Kalau Anda untung, itu kehebatan Anda. Kalau Anda rugi... ya, jangan salahkan kami. Kami sudah bilang ini "perang". Jangan masuk perang tanpa persiapan.

You may also like

Related posts