Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 17 Dec, 2025

Multi-Level Zone Recovery MQL5: Cara Ternak Akun dengan Hedging Bertingkat

Multi-Level Zone Recovery MQL5: Cara Ternak Akun dengan Hedging Bertingkat

Multi-Level Zone Recovery MQL5: Cara "Ternak" Akun dengan Hedging Bertingkat (Bukan Ternak Lele)

Halo, para trader yang budiman. Apakah Anda pernah mengalami momen di mana Anda membuka satu posisi, lalu harga bergerak melawan Anda, dan Anda membuka posisi "recovery", tapi malah berakhir dengan dua posisi nyangkut yang saling menatap nanar? Jika ya, selamat datang di klub.

Di artikel sebelumnya (Part 3), kita sudah membahas konsep dasar Zone Recovery. Tapi, strategi itu punya kelemahan fatal: dia cuma bisa menangani satu masalah dalam satu waktu. Bagaimana kalau RSI memberikan sinyal baru saat "keranjang" lama belum selesai urusannya? Apakah kita harus mengabaikan peluang emas hanya karena ada satu posisi yang sedang "sakit"?

Hari ini, kita akan naik kelas. Kita akan membedah artikel MQL5 terbaru tentang Multi-Level Zone Recovery System. Bayangkan Anda punya pasukan robot yang masing-masing membawa keranjang sendiri. Robot A mengurus posisi EURUSD yang nyangkut, sementara Robot B dengan santainya membuka posisi baru yang profit. Ini adalah level manajemen risiko yang membuat trader manual terlihat seperti manusia purba yang masih menggesek batu.

Apa Bedanya dengan Zone Recovery Biasa?

Zone Recovery "Vanilla" (versi standar) itu seperti pelayan restoran yang cuma bisa bawa satu piring. Kalau ada pesanan baru, dia harus selesaikan dulu pesanan lama. Lambat. Tidak efisien. Rezeki dipatok ayam.

Multi-Level Zone Recovery adalah pelayan gurita. Dia bisa menangani:

  • Signal 1 (Buy): Harga turun? Oke, aktifkan mode recovery untuk Signal 1.
  • Signal 2 (Sell): Muncul sinyal baru dari RSI? Oke, buka posisi baru dan kelola secara terpisah.

Setiap sinyal memiliki "Keranjang" (Basket) sendiri. Keranjang A tidak peduli nasib Keranjang B. Mereka independen. Ini memungkinkan kita untuk memaksimalkan frekuensi trading tanpa takut posisi lama mengganggu posisi baru. Cerdas, kan? Atau serakah? Batasnya tipis.

Anatomi Strategi: Struktur "Basket" yang Rapi

Untuk mewujudkan sistem yang kompleks ini, kita tidak bisa lagi menggunakan variabel sederhana. Kita butuh Structure (Struct) dalam koding MQL5.

Bayangkan sebuah kotak virtual yang kita beri label PositionRecovery. Di dalam kotak ini, kita simpan semua data penting untuk SATU siklus trading:

  • Tiket Posisi: Daftar semua order yang berhubungan (Buy awal, Sell recovery, Buy recovery kedua, dst).
  • Lot Size Saat Ini: Berapa lot yang harus dibuka selanjutnya (ingat, ini Martingale, lot akan membesar).
  • Status Recovery: Apakah keranjang ini sedang dalam mode darurat atau mode santai?
  • Zona Perang: Di mana batas atas (Zone High) dan batas bawah (Zone Low) untuk keranjang INI.

Dengan cara ini, robot kita bisa berkata: "Hei, Keranjang #5 sudah profit, tutup sekarang! Tapi biarkan Keranjang #3 melanjutkan recovery karena masih minus."

Implementasi MQL5: Mengubah Teori Menjadi Kode Jahat

Jangan pusing dulu melihat istilah teknis. Mari kita sederhanakan alur kodingnya.

1. Membuat Cetakan (Struct)

Pertama, kita definisikan struktur datanya. Ini adalah DNA dari setiap keranjang trading kita.

struct PositionRecovery {
    CTrade trade;           // Tukang eksekusi order
    double currentLotSize;  // Peluru selanjutnya
    double zoneHigh;        // Benteng atas
    double zoneLow;         // Benteng bawah
    bool isRecovery;        // Status: Aman / Bahaya
    // ... data lainnya
};
    

2. Array of Structs (Pasukan Kloning)

Kita membuat array (larik) dari struct di atas. 
PositionRecovery Baskets[]; 
Setiap kali RSI memberikan sinyal valid (Overbought/Oversold), kita tambahkan satu "Basket" baru ke dalam array ini. Jadi, robot kita bisa punya 1, 5, atau 10 keranjang aktif sekaligus.

3. Manajemen Zona Independen

Di dalam fungsi OnTick(), robot akan melakukan looping (perulangan) untuk mengecek setiap keranjang satu per satu.

  • Cek Basket 1: Harga tembus Zone Low? -> Buka posisi Sell Recovery (Hedging).
  • Cek Basket 2: Harga kena TP? -> Close All posisi di Basket 2 saja. Hapus Basket 2 dari memori.
  • Cek Basket 3: Masih floating? -> Biarkan.

4. Reset dan Bersih-Bersih

Sangat penting untuk membersihkan memori. Begitu satu keranjang selesai (profit atau loss), data keranjang itu harus dihapus dari array. Kalau tidak, robot Anda akan menjadi lambat karena "membawa sampah" masa lalu.

Bahaya Tersembunyi: Margin Call Berjamaah

Tentu saja, saya harus menjadi pihak yang menyebalkan di sini. Strategi ini terdengar seperti mesin pencetak uang tanpa henti. Tapi ingat satu hukum fisika pasar: Leverage adalah pedang bermata dua.

Jika Anda punya 5 keranjang aktif, dan kelimanya masuk ke mode recovery (Martingale) secara bersamaan karena pasar sedang crash gila-gilaan, Margin Level Anda akan terjun bebas lebih cepat dari penerjun payung tanpa parasut.

Oleh karena itu, manajemen lot (Money Management) adalah kunci. Jangan maruk. Gunakan lot awal sekecil mungkin (0.01) dan jarak zona yang masuk akal. Jangan biarkan robot membuka keranjang baru jika Margin Level sudah kritis. Tambahkan filter: if (AccountMarginLevel() < 500) return;. Ini adalah rem darurat Anda.

Kenapa Harus Automasi?

Mencoba melakukan Multi-Level Zone Recovery secara manual adalah resep gangguan jiwa. Anda harus menghitung zona untuk 5 posisi berbeda, menghitung lot multiplier, dan mengeksekusi order di detik yang tepat. Otak manusia tidak didesain untuk multitasking sekompleks itu.

Komputer? Dia tidak peduli. Dia tidak punya emosi. Dia tidak akan ragu membuka posisi Sell 0.64 lot saat Anda sedang gemetar ketakutan. Itulah kenapa strategi hedging agresif seperti ini WAJIB menggunakan Expert Advisor (EA).

Kesimpulan: Senjata Canggih Butuh Operator Cerdas

Artikel MQL5 Part 4 ini membawa kita ke level Advanced dalam pembuatan robot trading. Kita belajar bahwa keterbatasan "satu sinyal satu waktu" bisa diatasi dengan struktur data yang cerdas (Struct & Array). Hasilnya adalah sistem yang dinamis, agresif, dan mampu memanen profit dari berbagai kondisi pasar sekaligus.

Namun, ingatlah bahwa robot hanyalah alat. Andalah jenderalnya. Strategi ini bisa membuat Anda kaya pelan-pelan, atau miskin mendadak jika Anda serakah mengatur lot multiplier-nya. Jadilah trader yang bijak, bukan penjudi yang nekat.

Koding MQL5 mungkin terlihat rumit, tapi kemampuan untuk memanipulasi logika pasar seperti ini adalah superpower yang membedakan trader profesional dengan trader yang hobi deposit.


Merasa tertantang untuk membuat robot "pasukan keranjang" ini? Atau butuh panduan coding yang lebih ramah manusia biar kepala nggak meledak?

Jangan lupa untuk Follow akun social media INVEZTO sekarang juga! Kami rutin membedah strategi algo-trading, tutorial koding MQL5 step-by-step, dan tips manajemen risiko biar akun Anda awet muda. Klik follow, dan mari kita ubah kodingan jadi cuan!

You may also like

Related posts