Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 23 Dec, 2025

Dolar AS: Tidur Siang Sebelum Mengamuk?

Dolar AS: Tidur Siang Sebelum Mengamuk?

Dolar AS Cuma Tidur Siang, Jangan Senang Dulu! Tanda-Tanda "Amukan" Koreksi Naik Mulai Terlihat

Apakah kamu termasuk trader yang belakangan ini merasa bosan melihat grafik Dolar AS (DXY)? Harganya bergerak menyamping (sideways) seperti kepiting bingung, naik sedikit, turun sedikit, bikin ngantuk. Banyak analis dadakan di media sosial mulai berteriak bahwa "Dolar sudah tamat" atau "Tren turun sudah dikonfirmasi".

Tapi hati-hati, kawan. Di pasar finansial, ketenangan seringkali adalah kamuflase. Marc Chandler, analis veteran pasar mata uang, baru saja memberikan pandangannya yang cukup menohok: Konsolidasi Dolar AS saat ini mungkin hanyalah pemanasan sebelum lompatan koreksi ke atas.

Jadi, sebelum kamu buru-buru membuang Dolar dan menukar semua uangmu ke mata uang lain (yang sebenarnya juga tidak lebih baik), mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pasar forex yang membosankan ini.

DXY: Pegas yang Sedang Ditekan

Indeks Dolar (DXY) telah turun selama enam sesi berturut-turut. Secara psikologis, ini membuat para "Bear" (penjual) merasa di atas angin. Tapi coba perhatikan level teknikalnya. Dolar menemukan pijakan kuat di sekitar level 99.00.

Sekarang, Dolar sedang mencoba bangkit. Chandler mencatat bahwa Dolar terlihat "sedikit melar" (stretched) ke bawah, dan kenaikan yield (imbal hasil) obligasi AS memberikan dukungan moral yang dibutuhkan. Area resistensi terdekat ada di 99.60 - 99.70. Jika level ini ditembus, narasi "Dolar Lemah" bisa berubah menjadi "Dolar Menggila" dalam sekejap mata.

Data ekonomi AS minggu ini padat merayap (JOLTS, penjualan mobil, NFP). Meskipun laporan manufaktur ISM mengecewakan, Dolar tetap "keras kepala" dan menolak jatuh lebih dalam. Ini adalah ciri-ciri aset yang punya kekuatan tersembunyi (resilience).

Euro & Yen: Musuh yang Tidak Terlalu Tangguh

Kekuatan Dolar itu relatif. Dia kuat bukan karena dia sempurna, tapi karena lawannya lebih lemah. Mari kita lihat "musuh-musuh" Dolar:

Euro (EUR): Mentok di Plafon

Euro sempat reli enam hari berturut-turut, tapi sekarang mogok di depan pintu resistensi $1.1655. Pasar swap sudah memperhitungkan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin sudah selesai dengan siklus pelonggarannya, tapi data pengangguran dan inflasi Eropa tidak memberikan alasan kuat bagi Euro untuk terbang lebih tinggi. Euro sekarang terjebak di kisaran sempit, dan jika jatuh di bawah $1.1550, itu akan menjadi kekecewaan besar bagi para pembeli Euro.

Yen Jepang (JPY): Paling Lemah di Kelas

Meskipun yield obligasi Jepang (JGB) naik, Yen tetap menjadi mata uang terlemah di antara negara G10. Dolar berhasil naik kembali di atas 155.25 JPY (Moving Average 20 hari). Ini sinyal teknikal penting. Pasar tampaknya tidak terlalu takut dengan ancaman intervensi atau kenaikan suku bunga BoJ untuk saat ini. Dolar sedang mengintip peluang untuk kembali ke area 156.

Faktor X: Politik & The Fed

Ada satu lagi bumbu penyedap yang bikin Dolar ogah turun: Kevin Hassett.

Spekulasi bahwa Kevin Hassett akan dinominasikan sebagai pengganti Jerome Powell di The Fed semakin kencang. Pasar merespons dengan "bearish steepening" pada kurva yield AS. Artinya, pasar obligasi mulai gelisah, dan kegelisahan ini seringkali membuat investor lari memeluk Dolar sebagai tempat berlindung (safe haven), ironisnya.

Mata Uang Komoditas: Aussie & Loonie

Bagaimana dengan mata uang komoditas?

  • Dolar Australia (AUD): Reli terpanjang tahun ini sudah terhenti. Sekarang AUD terjebak di kisaran sempit. Jika koreksi terjadi, AUD bisa terseret turun ke $0.6475.
  • Dolar Kanada (CAD): Setelah jatuh parah minggu lalu, Loonie (sebutan CAD) mencoba stabil. Tapi jangan berharap banyak. Bank of Canada (BoC) kemungkinan besar tidak akan mengubah kebijakan minggu depan, dan Dolar AS punya ruang untuk naik kembali ke 1.4050 CAD.

Kesimpulan: Jangan Terlena Konsolidasi

Apa yang terlihat membosankan di permukaan seringkali adalah proses akumulasi tenaga di kedalaman. Konsolidasi Dolar AS saat ini bukanlah tanda kematian tren naik, melainkan jeda napas.

Jika data ekonomi AS minggu ini keluar sedikit saja lebih baik dari ekspektasi (atau setidaknya tidak bencana total), Dolar punya potensi untuk melakukan "Upside Correction" yang menyakitkan bagi mereka yang sudah terlanjur short (jual). Jangan melawan tren makro hanya karena grafik harian terlihat merah beberapa hari.

Ingat pepatah lama trader: "Never short a dull market" (Jangan jual di pasar yang membosankan). Ledakan arah biasanya terjadi setelah periode sepi seperti ini.


Mau Tahu Kapan Dolar Akan Meledak?

Trading di pasar konsolidasi itu berisiko tinggi kena "whipsaw" (gerakan tipuan). Kamu butuh level entry dan exit yang presisi, bukan tebak-tebakan.

Jangan biarkan portofoliomu terombang-ambing ketidakpastian.

👉 Follow akun social media INVEZTO sekarang juga! Dapatkan update harian seputar level kunci DXY, sinyal forex mayor (EUR, JPY, GBP), dan strategi hedging yang akan menyelamatkanmu saat pasar mulai bergerak liar. Klik follow, dan jadilah trader yang siap, bukan yang kaget!

You may also like

Related posts