Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 22 Dec, 2025

Dolar AS Tertekan: Pemangkasan Suku Bunga 2026

Dolar AS Tertekan: Pemangkasan Suku Bunga 2026

Dolar AS Mulai "Masuk Angin": Siap-Siap Terjun Bebas Menuju 2026?

Masih memuja Dolar AS sebagai "King Dollar" yang tak terkalahkan? Simpan dulu pemujaanmu. Tanda-tanda keruntuhan—atau setidaknya, pelemahan yang memalukan—sudah mulai terlihat jelas di cakrawala.

Pasar finansial, yang hobinya memang mendahului takdir, sekarang mulai memproyeksikan sesuatu yang bikin pemegang Dolar ketar-ketir: Pemangkasan suku bunga besar-besaran di tahun 2026. Analisis terbaru dari Alexander Kuptsikevich di FxPro menyoroti bagaimana mata uang Paman Sam ini sedang berada di bawah tekanan berat akibat spekulasi kebijakan The Fed dan manuver bank sentral lain.

Jadi, kalau portofoliomu isinya Dolar semua, mungkin ini saatnya untuk bangun dari tidur nyenyakmu dan menyadari bahwa "Raja" sedang sakit. Mari kita bedah kenapa Dolar AS (USD) berpotensi jadi pecundang di tahun-tahun mendatang dan bagaimana kamu bisa selamat (atau malah untung) dari situasi ini.

Kevin Hassett & Hantu The Fed: Dove is The New Hawk

Siapa sangka politik bisa bikin Dolar loyo? Nama Kevin Hassett sekarang sedang naik daun. Pasar taruhan Kalshi memberikan peluang 82% bahwa Hassett, orang dekat Donald Trump, akan menjadi Ketua The Fed berikutnya. Bandingkan dengan Kevin Warsh (10%) atau Christopher Waller (4%) yang lebih konservatif.

Kenapa ini penting? Karena Hassett dikenal lebih "dovish" (suka suku bunga rendah). Pasar futures sekarang memprediksi probabilitas 74% bahwa suku bunga The Fed akan turun ke level 3,25% di akhir 2026, bahkan ada peluang 45% turun sampai ke 3%.

Bayangkan, dari suku bunga yang sekarang tinggi menjulang, The Fed mungkin akan membanjiri pasar dengan uang murah lagi. Dan hukum ekonomi dasar berlaku: Supply uang naik = Nilai uang turun. Inilah yang membuat Dolar AS mulai "gemetar".

Data Manufaktur yang Bikin Mules

Bukan cuma soal Ketua The Fed. Ekonomi riil AS juga sedang batuk-batuk. Data ISM Manufacturing PMI AS baru saja dirilis dan hasilnya... menyedihkan. Sudah sembilan bulan berturut-turut angkanya di bawah 50 (zona kontraksi).

Ini adalah sinyal jelas bahwa sektor pabrik di AS sedang lesu. Satu-satunya hal yang menyelamatkan ekonomi AS dari resesi total hanyalah investasi gila-gilaan di sektor AI (Artificial Intelligence). Tanpa AI, ekonomi AS mungkin sudah masuk jurang. Tapi berapa lama AI bisa menopang beban seluruh negara?

USD/JPY: Jepang Mulai "Galak", Dolar Kena Mental

Mari kita lihat pasangan mata uang yang paling sensitif terhadap suku bunga: USD/JPY (Dolar AS vs Yen Jepang).

Selama ini, Yen Jepang adalah bahan tertawaan karena bunganya nol persen. Tapi roda berputar. Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, mulai memberikan sinyal "hawkish" (mau menaikkan bunga) di bulan Desember ini.

Efeknya? Yield obligasi 10-tahun Jepang melonjak ke level tertinggi sejak 2008. Investor Jepang yang selama ini memarkir uangnya di Obligasi AS (Treasuries) senilai $1,2 triliun mulai berpikir ulang. "Buat apa simpan uang di AS kalau di rumah sendiri bunganya mulai menarik?"

Jika Jepang mulai memulangkan modalnya (repatriasi), mereka akan menjual Dolar dan membeli Yen. Ini adalah resep bencana bagi kekuatan Dolar AS.

EUR/USD: Eropa Masih Kalah Seksi (Untuk Saat Ini)

Lalu bagaimana dengan Euro? Apakah Euro akan mengambil alih takhta? Jangan terlalu berharap dulu.

Meskipun Dolar melemah, Euro punya masalahnya sendiri. Eropa kalah telak dari AS dalam perlombaan AI. Biaya listrik di "Dunia Lama" (Eropa) dua kali lebih mahal daripada di AS, membuat pengembangan data center AI di sana jadi tidak efisien. Jadi, kenaikan EUR/USD saat ini lebih karena kelemahan Dolar, bukan karena kekuatan Euro yang sejati.

Namun, jika data ekonomi AS terus memburuk dan The Fed benar-benar memangkas bunga secara agresif di 2026, Euro bisa saja "menang tanpa ngapa-ngapain".

Kesimpulan: Jangan Sampai "Nyangkut" di Dolar

Pasar sedang bertaruh pada masa depan di mana uang Dolar tidak lagi langka. Kombinasi dari calon Ketua The Fed yang lunak, data manufaktur yang jelek, dan Jepang yang mulai menaikkan bunga adalah badai sempurna bagi Dolar AS.

Apakah Dolar akan hancur besok? Tidak. Tapi tren jangka menengah hingga 2026 menunjukkan arah selatan (turun). Ini adalah peringatan bagi kamu yang masih memegang aset dalam USD tanpa lindung nilai (hedging).

Uang pintar (Smart Money) sudah mulai beralih. Mereka melirik Emas, Yen, atau aset riil lainnya. Kamu mau ikut mereka atau mau jadi pahlawan kesiangan yang memegang Dolar saat nilainya tergerus?


Bingung Harus Parkir Uang di Mana?

Kalau Dolar melemah, aset apa yang harus dibeli? Emas? Saham Emerging Market? Atau Crypto? Jangan biarkan ketidaktahuan membuat portofoliomu menyusut.

Dapatkan strategi navigasi pasar yang jelas dan terarah.

👉 Follow akun social media INVEZTO sekarang juga! Kami memberikan analisis harian tentang rotasi aset global, prediksi mata uang, dan tips investasi yang bikin kamu tetap cuan meski Dolar sedang "masuk angin". Klik follow, dan selamatkan nilai asetmu!

You may also like

Related posts