Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 11 Sep, 2025

Bitcoin Tembus US$113 Ribu Setelah Data Inflasi Produsen AS Anjlok

Pasar kripto kembali melesat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) naik tajam setelah data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) atau Producer Price Index (PPI) dirilis jauh lebih rendah dari perkiraan, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).


🔹 Performa Pasar Kripto

Berdasarkan data Coinmarketcap, Kamis (11/9/2025) pukul 06.10 WIB:

  • Kapitalisasi pasar kripto global naik ke US$3,94 triliun, meski sempat terkoreksi 1,7% dalam 24 jam.
  • Bitcoin (BTC) melonjak 2,09% ke level US$113.885 per koin (setara Rp1,87 miliar, kurs Rp16.447).
  • Ethereum (ETH) naik 0,71% ke US$4.346
  • XRP menguat 0,98% ke US$2,97
  • Binance Coin (BNB) naik 1,11% ke US$892
  • Solana (SOL) melesat 3,17% ke US$223
  • Dogecoin (DOGE) terkerek 1,37% ke US$0,24

🔹 Inflasi Produsen Anjlok, The Fed Makin Tertekan

Harga Bitcoin meroket setelah data PPI AS untuk Agustus menunjukkan pelemahan signifikan:

  • PPI tahunan turun ke 2,6%, di bawah konsensus 3,3%
  • PPI inti (tanpa pangan & energi) jatuh ke 2,8%, jauh di bawah perkiraan 3,5%
  • Secara bulanan, PPI bahkan terkontraksi, hanya kedua kalinya sejak Maret 2024
  • Data inflasi Juli juga direvisi lebih rendah

Sebelumnya, data tenaga kerja AS sudah memberi kejutan dengan revisi negatif 911 ribu lapangan kerja dalam 12 bulan terakhir. Hal ini makin memperkuat pandangan bahwa The Fed tak bisa lagi menahan pemangkasan suku bunga.


🔹 Apa Kata Analis?

Menurut analis kripto Skew, tren inflasi produsen biasanya tertinggal 1–3 bulan dari inflasi konsumen (CPI). Artinya, CPI mendatang bisa saja masih lebih tinggi, tetapi arah jangka menengah tetap menuju pelemahan inflasi.

Sejumlah analis menilai kondisi ini membuka jalan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga lebih cepat, sebuah katalis yang historisnya selalu memicu volatilitas tajam di pasar kripto.


🔹 Pola Historis Bitcoin Saat Fed Melonggarkan Kebijakan

Data CryptoQuant mencatat pola menarik:

  • Maret 2020: Saat The Fed memangkas suku bunga drastis, rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Bitcoin jatuh mendekati 1 → sinyal undervaluasi.
  • Whale Ratio melonjak karena investor besar (whales) melakukan aksi jual besar-besaran.
  • Namun, begitu likuiditas membanjiri pasar, whales berbalik akumulasi → memicu bull run 2020–2021.

Pola serupa terjadi lagi di akhir 2024, ketika siklus pelonggaran moneter dimulai.


🔹 Outlook Bitcoin 2025: Menuju Rekor Baru?

Jika tren historis ini berulang, pemangkasan suku bunga pada 2025 bisa memicu gejolak jangka pendek, dengan risiko koreksi volatil. Namun, dalam gambaran besar, kondisi likuiditas longgar akan mendukung Bitcoin untuk kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di bulan-bulan mendatang.


📌 Kesimpulan

Data PPI yang lebih rendah dari perkiraan semakin mempertegas peluang pemangkasan suku bunga The Fed. Meski volatilitas jangka pendek mungkin masih terjadi, tren jangka menengah hingga panjang justru semakin menguntungkan Bitcoin. Dengan level psikologis US$120 ribu di depan mata, pasar menunggu momen apakah BTC mampu memanfaatkan momentum dan mengulang pola bull run yang pernah terjadi sebelumnya.

You may also like

Related posts