
Pasar kripto kembali menunjukkan sinyal positif dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) naik, didorong oleh kabar semakin luasnya adopsi teknologi blockchain ke pasar tradisional serta dukungan institusional yang makin kokoh.
Berdasarkan data Coinmarketcap, Jumat (29/8/2025) pukul 6.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,93% menjadi US$ 3,89 triliun. Bitcoin sebagai aset kripto terbesar tercatat naik 0,97% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 112.434 per koin atau sekitar Rp 1,83 miliar (kurs Rp 16.354).
Selain Bitcoin, beberapa altcoin utama juga bergerak positif. Binance (BNB) naik 2,02% ke US$ 875, Solana (SOL) melesat 4,83% ke US$ 214, dan Dogecoin (DOGE) menguat 1,83% ke US$ 0,22.
Namun, tidak semua aset bergerak searah: Ethereum (ETH) justru melemah 0,4% ke US$ 4.499, sementara XRP turun tipis 0,25% ke US$ 2,96.
Kondisi ini menandakan bahwa sentimen positif lebih terkonsentrasi pada Bitcoin dan altcoin tertentu, dengan Ethereum masih menghadapi tekanan jangka pendek.
Katalis utama penguatan kripto datang dari pengumuman Departemen Perdagangan AS. Dua proyek blockchain besar, Chainlink (LINK) dan Pyth (PYTH), akan menjadi penyedia data ekonomi resmi Amerika Serikat langsung on-chain.
Langkah ini dinilai sebagai gebrakan besar: data makroekonomi yang biasanya hanya beredar di institusi finansial kini bisa diakses langsung lewat blockchain. Implikasinya luas, mulai dari manajemen risiko, DeFi, pinjaman, hingga prediction market.
Tidak heran, sentimen ini memperkuat keyakinan bahwa adopsi institusional terhadap Bitcoin semakin dekat.
Selain faktor teknologi, politik global juga mendorong momentum Bitcoin:
Dua faktor ini menegaskan bahwa Bitcoin kini bukan hanya aset digital, melainkan sudah menjadi alat geopolitik dan instrumen investasi Wall Street.
Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak di kisaran US$ 112 ribu, mendekati batas atas descending channel. Resistance kuat berada di level US$ 116.850. Level ini menjadi penghalang utama reli sejak Agustus 2025.
Indikator teknikal menunjukkan perbaikan:
Dari kondisi pasar saat ini, ada dua strategi yang bisa dipertimbangkan:
Arus masuk ETF yang kembali deras serta dukungan institusional yang kian kuat menjadi faktor pendukung. Jika sentimen ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan Bitcoin bisa menguji US$ 130 ribu dalam beberapa bulan mendatang.
Momentum Bitcoin kali ini bukan sekadar teknikal, tetapi juga didukung oleh fundamental kuat: adopsi blockchain oleh pemerintah AS, dukungan politik dari El Salvador hingga Trump brothers, serta arus institusional yang makin deras.
Dengan struktur pasar yang semakin rapat, Bitcoin berada di ambang breakout penting. Level US$ 116.850 akan menjadi kunci: jika tembus, perjalanan menuju US$ 120 ribu – US$ 124 ribu terbuka lebar, bahkan peluang ke US$ 130 ribu semakin realistis.
Bagi pelaku pasar, ini saatnya menyiapkan strategi yang tepat: agresif membidik momentum atau konservatif menunggu konfirmasi.
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...