Our professional Customer Supports waiting for you! Contact now
Everyday: 09:00am - 10:00pm
By Invezto in Trading Insight on 17 Nov, 2025

Bitcoin Mau ke 112k... atau Balik ke Zaman Batu? Membedah Analisis Teknis (Sok) Cerdas yang Bikin Jantungan

Bitcoin Mau ke 112k... atau Balik ke Zaman Batu? Membedah Analisis Teknis (Sok) Cerdas yang Bikin Jantungan

Intro: Selamat Datang di Roller Coaster Kripto, Kencangkan Sabuk (dan Mental) Anda!

Ah, Bitcoin. Si raja kripto yang bikin separuh dunia jadi jutawan dadakan dan separuh lagi jadi pasien klinik kesehatan mental. Setiap hari, linimasa kita penuh dengan dua jenis orang: Yang teriak "TO THE MOON! 🚀" sambil pamer mobil sewaan, dan yang teriak "KIAMAT SUDAH DEKAT!" sambil mewek di pojokan karena portonya merah padam.

Di tengah kebisingan ini, muncullah para "pakar" analisis teknikal. Mereka menggambar garis-garis di grafik, menyebut istilah-istilah keren seperti "Rising Wedge," "Fair Value Gap," dan "Point of Control," yang pada dasarnya adalah cara canggih untuk bilang, "Kayaknya mau naik... tapi bisa juga turun."

Hari ini, kita akan melakukan sesuatu yang produktif. Kita akan membedah salah satu analisis teknikal dari TradingView (oleh analis bernama BIGTAKER) untuk melihat apa sih yang sebenarnya "dikatakan" oleh grafik itu. Apakah ini peta harta karun menuju 112k, atau ini cuma gambar corat-coret anak TK yang menandakan kita semua akan kembali ke zaman batu?

Siapkan kopimu. Ini akan jadi perjalanan yang panjang, edukatif, dan mungkin sedikit menyakitkan (terutama jika Anda sedang all-in).

Membedah Omongan Pakar: Analisis TradingView yang (Katanya) Akurat

Jadi, si analis ini mengeluarkan sembilan poin utama. Sembilan! Kayak sembilan lingkaran neraka di Inferno-nya Dante. Mari kita telusuri satu per satu, dengan bahasa manusia, bukan bahasa alien bursa.

Struktur Tren: Garis Miring Pembawa Sial (alias Downtrend)

Poin pertama dari si analis: Garis tren menurun (Descending Trendline) di bagian atas grafik masih valid.

Terjemahan bebasnya? Kita masih dalam tren bearish jangka menengah. "Downtrend is still intact," katanya. Itu artinya, setiap kali harga Bitcoin mencoba naik dan "menyundul" garis imajiner ini, ia dipukul mundur. Kayak kamu mencoba PDKT sama orang yang jelas-jelas nggak tertarik, tapi kamu ngeyel. Hasilnya? Ditolak lagi, ditolak lagi.

Ini penting. Kenapa? Karena melawan tren itu ibarat berenang melawan arus tsunami. Bisa? Bisa, kalau kamu punya kekuatan dewa. Tapi kemungkinan besar? Kamu cuma bakal capek dan tenggelam. Mengakui bahwa kita sedang downtrend adalah langkah pertama menuju pemulihan... atau setidaknya, langkah pertama untuk tidak liquid hari ini.

Indikator Kunci: Lampu Merah yang Sudah Menyala Tiga Kali

Analisis ini kemudian menyoroti dua indikator kunci yang, jujur saja, kedengarannya tidak bagus.

1. EMA 50-Mingguan (50-week EMA)

Analis bilang: "Harga baru saja mencatatkan breakdown ke bawah EMA 50-mingguan untuk ketiga kalinya."

Oke, mari kita bedah. EMA (Exponential Moving Average) 50-mingguan itu kayak garis rata-rata harga Bitcoin selama 50 minggu terakhir. Anggap saja ini sebagai "benteng pertahanan" jangka panjang. Kalau harga main-main di atasnya, kita bullish, aman, sentosa, beli Lamborghini. Kalau harga tembus ke bawahnya... itu sinyal masalah.

Dan artikel ini bilang, harga sudah jebol ke bawah benteng ini. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tapi TIGA KALI. Ini adalah sinyal yang dianggap sangat serius oleh para trader "tradisional". Ini adalah sinyal pergeseran bearish jangka menengah ke panjang. Ini adalah sinyal bahwa "bos, kayaknya kita beneran mau ke bawah, nih."

2. POC (Point of Control)

Analis bilang: "POC di rentang menengah bertindak sebagai zona suplai (penjualan) yang kuat."

POC gampangnya adalah "harga favorit". Itu adalah level harga di mana volume perdagangan paling banyak terjadi di masa lalu. Dalam kasus ini, POC tersebut ada di atas kita, dan ia bertindak sebagai "zona suplai".

Bayangkan POC ini kayak satpam apartemen yang galak banget. Setiap kali harga (Bitcoin) mencoba naik lift ke lantai atas, si satpam POC ini menghadang. "Mau kemana? Bawa apa? Nggak boleh naik!" Dan setiap upaya rebound (pembalikan) terakhir gagal menembus si satpam ini. Ini berarti banyak banget orang yang nyangkut di harga itu dan siap-siap menjual (alias cut loss atau ambil untung tipis) begitu harga kembali ke sana. Ini adalah tembok besar yang harus dijebol.

Peta Harta Karun (atau Ranjau?): Memahami Zona Likuiditas, FVG, dan CME Gap

Oke, bagian ini mulai terdengar rumit, tapi ini adalah dagingnya. Ini adalah tempat para big boys (para bandar) bermain. Analis ini memetakan beberapa zona "berbahaya" yang harus kita perhatikan.

Zona Likuiditas: Kolam Duit di 102k dan 112k

Likuiditas adalah... duit. Sesederhana itu. Ini adalah area di mana banyak order beli atau jual ditempatkan. Para "bandar" atau market maker suka mendorong harga ke zona-zona ini untuk "mencuri" duit tersebut.

  • Zona Atas (Sekitar 112k): Ini adalah "kolam" likuiditas besar. Jika (dan ini "jika" yang besar) terjadi rebound jangka pendek, ini adalah target pertama. Kenapa? Karena banyak orang pasang short (jual) dengan stop-loss di area itu. Mendorong harga ke sana berarti "memakan" semua stop-loss itu. Gratis duit buat bandar!
  • Zona Tengah (Sekitar 102k): Ini lebih rumit. Area ini katanya "tumpang tindih" dengan FVG 4 jam (nanti kita bahas). Ini adalah zona "perang" di mana pembeli dan penjual sama-sama mengincarnya. Kayak rebutan diskon di Black Friday.

FVG (Fair Value Gap): 'Utang' Pasar yang Harus Dibayar

Analis bilang: "Beberapa FVG ada di timeframe 4 jam... FVG yang belum terisi punya probabilitas tinggi untuk dikunjungi kembali."

FVG, atau Fair Value Gap, adalah istilah keren untuk "ketidakseimbangan". Ini terjadi ketika harga bergerak terlalu cepat (naik atau turun) sehingga meninggalkan "celah" di mana tidak banyak perdagangan terjadi. Pasar itu benci celah. Pasar itu perfeksionis.

Bayangkan FVG ini kayak kamu punya utang di warteg. Cepat atau lambat, kamu harus balik lagi ke warteg itu untuk bayar utang. Nah, harga juga begitu. Harga punya "utang" untuk kembali ke zona FVG yang belum terisi (unfilled) untuk "menyeimbangkan" perdagangan di sana.

Jadi, kalau ada FVG di bawah harga sekarang, itu kayak magnet yang menarik harga turun. Kalau ada FVG di atas, itu magnet yang menarik harga naik. Analis ini bilang ada beberapa FVG, yang berarti... ya, siap-apalah guncang-guncang naik-turun buat "bayar utang" dulu.

CME Gap: 'Senin Penuh Kejutan' ala Trader Saham

Analis bilang: "Semua gap CME hari kerja sudah terisi... Gap akhir pekan terbentuk jika harga pembukaan CME hari Senin dimulai di atas 95.4K."

Ini sedikit berbeda. CME (Chicago Mercantile Exchange) adalah bursa "tradisional" yang memperdagangkan futures Bitcoin. Karena "tradisional", mereka tutup di akhir pekan (Sabtu-Minggu). Pasar kripto? Nggak pernah tutup, 24/7/365!

Ini menciptakan "gap" atau celah. Misalnya harga Bitcoin di CME tutup di 90k hari Jumat. Tapi di akhir pekan, harga di bursa kripto (kayak Binance) terbang ke 95k. Nah, pas CME buka lagi hari Senin, harganya "lompat" dari 90k ke 95k, meninggalkan "gap".

Sama kayak FVG, pasar (katanya) benci CME Gap dan cenderung akan "menutup" gap itu. Analis ini bilang gap hari kerja sudah beres. Tapi dia ngasih peringatan: kalau Senin nanti harga CME buka di atas 95.4k, kita punya weekend gap baru. Dan itu... bisa jadi target baru lagi.

Sang Bintang Utama: Pola 'Wedge' yang Sudah (Sayangnya) Jebol

Oke, ini dia judulnya. "Wedge Chart Pattern". Inilah yang ditunggu-tunggu. Apa kata si analis soal pola baji (wedge) ini?

Apa Itu 'Wedge' dan Kenapa Anda Harus Peduli?

Pola wedge terjadi ketika pergerakan harga semakin menyempit, terjepit di antara dua garis tren yang akan bertemu (konvergen). Kayak corong. Ada dua jenis utama:

  1. Falling Wedge (Baji Turun): Harga makin lama makin turun, tapi menyempit. Ini biasanya pola bullish. Kalau tembus ke atas (breakout), siap-siap terbang.
  2. Rising Wedge (Baji Naik): Harga makin lama makin naik, tapi menyempit. Ini biasanya pola bearish. Kalau tembus ke bawah (breakdown), siap-siap terjun.

Pola ini adalah cerminan psikologi pasar. Dalam rising wedge, euforia beli masih ada, tapi momentumnya makin lama makin lemah, sampai akhirnya... "patah".

Analisis Pahit: Jebol ke Bawah dengan Volume!

Sekarang, bagian yang menyakitkan. Analis bilang: "Harga telah jebol ke bawah batas bawah pola wedge, diiringi dengan volume yang meningkat."

Oh, snap. Jadi, pola yang terbentuk ini kemungkinan besar adalah rising wedge (pola bearish), dan... dia udah JEBOL ke bawah. Ini konfirmasi bahwa momentum bullish sudah habis dan seller mengambil alih.

Bagian yang lebih menakutkan? "Diiringi dengan volume yang meningkat." Ini bukan jebol bohongan. Ini bukan false breakdown. Saat harga tembus ke bawah, banyak orang ikutan panik jual, atau stop-loss mereka kena. Ini kayak orang lari ke pintu keluar pas ada alarm kebakaran. Ini adalah sinyal bearish yang sangat kuat.

Skenario "Kalau...": Harapan Palsu Rebound

Tapi, analis ini masih memberi sedikit "harapan". Katanya, rebound jangka pendek mungkin terjadi. Ada dua skenario:

  1. Skenario Harapan: Harga rebound dan berhasil masuk kembali ke dalam wedge. Kalau ini terjadi, momentum naik bisa berlanjut. Ini kayak kamu udah jatuh dari motor, tapi bisa langsung berdiri lagi dan lanjut ngegas.
  2. Skenario Realistis (dan Pahit): Harga rebound cuma untuk "mencium" garis tren bawah yang tadi dijebol (ini namanya retest), lalu ditolak. Jika garis itu tidak bisa direbut kembali, struktur akan berubah menjadi range (bolak-balik di situ aja) sebelum... ya, kemungkinan lanjut turun.

Intinya? Jebolnya udah kejadian. Sekarang kita lihat apakah ini jebol permanen atau cuma "prank".

Sedikit Harapan dari Musuh? Analisis USDT.D

Di tengah semua kabar buruk ini, analis melempar satu poin menarik: Analisis Chart USDT.D (Dominasi Tether).

USDT.D adalah musuh bebuyutan Bitcoin. Ini mengukur seberapa besar dominasi Tether (stablecoin) di pasar. Gampangnya:

  • Kalau USDT.D naik: Orang-orang pada kabur dari kripto (Bitcoin, dll) dan memegang "uang tunai" (stablecoin). Ini bearish buat Bitcoin.
  • Kalau USDT.D turun: Orang-orang mulai percaya diri, mereka menukar "uang tunai" (stablecoin) mereka untuk membeli kripto (Bitcoin, dll). Ini bullish buat Bitcoin.

Apa kata analis? "Harga (USDT.D) sekali lagi menyentuh batas atas dari garis tren turun yang telah bertahan selama lebih dari setahun."

Ini kabar... lumayan. Artinya, dominasi USDT ini sudah berada di "puncak" resistansinya. Ada kemungkinan besar dia akan ditolak dan mulai turun. Dan jika USDT.D turun... artinya Bitcoin berpotensi naik. Analis ini bilang, "Secara teknis, zona ini menawarkan kondisi yang mendukung untuk rebound jangka pendek (untuk Bitcoin)."

Jadi, ini satu-satunya "lampu hijau" di tengah hutan yang gelap gulita. Sebuah harapan kecil bahwa mungkin kita akan rebound... setidaknya untuk sementara.

Kesimpulan: Jadi Beli, Jual, atau Pura-Pura Mati?

Jadi, apa rangkuman dari semua omong kosong teknikal ini? Analis menyimpulkannya dalam tiga poin:

  1. Tren Jangka Menengah: Tetap Bearish. Jangan macam-macam. Jebolnya EMA 50-mingguan itu masalah serius.
  2. Jangka Pendek: Mencoba Bangkit. Ada upaya bikin bottom (dasar), tapi "pasokan padat" (ingat si satpam POC?) membatasi kekuatan rebound.
  3. Volatilitas: Bakal Gila-gilaan. Dengan FVG, POC, dan zona likuiditas yang tumpang tindih, siap-siap untuk guncangan hebat. Pasar akan "berkonsolidasi" (bolak-balik) di rentang 96k–100k.

     

Apa yang harus Anda lakukan? Analisis ini, seperti semua analisis teknikal lainnya, bukanlah bola kristal. Ini adalah peta probabilitas. Ia memberi tahu Anda di mana letak ranjaunya (resistansi, FVG) dan di mana letak zona amannya (support).

Ia tidak memberi tahu Anda untuk "BELI SEKARANG!" atau "JUAL SEMUA!". Ia memberi tahu Anda: "Hei, situasinya lagi genting. Trennya turun, kita baru jebol pola bearish, tapi ada sedikit harapan rebound dari USDT.D. Hati-hati, bakal guncang."

Pada akhirnya, Anda harus DYOR (Do Your Own Research) alias "Lakukan Riset Sendiri". Jangan pernah percaya 100% pada satu analis. Gunakan ini sebagai informasi, bukan sebagai perintah.

Dan yang terpenting, kalau Anda suka analisis gila-gilaan tapi (semoga) mencerahkan seperti ini, kalau Anda butuh teman sarkas untuk menonton portofolio Anda terbakar (atau melesat ke bulan), jangan ragu. Langsung follow semua akun sosial media INVEZTO. Di sana, kita bisa berbagi info menarik, saling menguatkan di kala boncos, dan (mungkin) cuan berjamaah. Setidaknya, Anda nggak stres sendirian.

Peringatan Keras (Disclaimer Biar Nggak Disalahin)

Satu hal terakhir. Ini BUKAN nasihat keuangan. Ini adalah parafrase sarkastik dan edukatif dari sebuah analisis teknikal publik. Informasi dan publikasi ini tidak dimaksudkan sebagai, dan bukan merupakan, nasihat keuangan, investasi, perdagangan, atau jenis nasihat atau rekomendasi lain apa pun.

Kalau Anda rugi setelah membaca ini, itu 100% tanggung jawab Anda. Kalau Anda untung... ya, bagi-bagi boleh lah. Selamat bertrading, dan semoga para dewa kripto berpihak pada Anda.

You may also like

Related posts