
Selamat datang di klub. Anda punya pekerjaan 9-ke-5 yang (mungkin) Anda benci. Anda punya bos yang menyebalkan. Anda punya tagihan. Dan Anda baru saja menemukan solusi ajaib: trading.
Anda membayangkan diri Anda, duduk di toilet kantor, mengeksekusi trade di HP Anda, dan menghasilkan uang lebih banyak dari gaji bulanan Anda sebelum jam makan siang. Fantasi yang indah, bukan?
Sekarang, kembali ke realitas.
Menjadi part-time trader (pedagang paruh waktu) adalah salah satu hal tersulit di dunia finansial. Mengapa? Karena Anda mencoba melakukan dua pekerjaan sekaligus, dan salah satunya (trading) dirancang untuk menguras habis emosi dan uang Anda.
Kebanyakan "tips" di luar sana adalah omong kosong yang memotivasi. "Ikuti mimpimu!" "Kamu bisa!"... Ya, Anda juga bisa bangkrut.
Artikel ini bukan itu. Ini adalah 7 tips brutal jujur yang diadaptasi dari psikologi trading nyata (terima kasih, Babypips, untuk kerangkanya). Jika Anda tidak bisa menangani sarkasme, Anda mungkin juga tidak bisa menangani kerugian. Jadi, mari kita mulai.
Ini adalah kesalahan pemula nomor satu. Anda bekerja 9-ke-5 sebagai akuntan, tapi Anda mencoba menjadi scalper di timeframe M1 (1 Menit) saat makan siang. Jenius.
"Saya hanya punya waktu satu jam," kata Anda. Justru itu masalahnya!
Scalping (mencari profit kecil dalam hitungan detik atau menit) membutuhkan fokus 100%. Anda harus menatap layar seperti elang, siap bereaksi terhadap pergerakan pip terkecil.
Sekarang, bayangkan Anda melakukan ini: Anda baru saja masuk posisi buy di EURUSD. Tiba-tiba, bos Anda mengirim email dengan subjek "URGENT: Revisi Laporan SEKARANG".
Apa yang terjadi?
Selamat. Anda gagal di kedua pekerjaan Anda secara bersamaan.
Terimalah kenyataan: Anda bukan day trader. Anda adalah seorang profesional yang kebetulan juga trading.
Gaya trading Anda harus mencerminkan ini. Solusinya? Swing Trading atau Position Trading.
Apakah ini membosankan? Ya. Apakah ini membuat Anda merasa seperti pahlawan film? Tidak. Apakah ini cara yang jauh lebih mungkin untuk tetap waras dan profitabel? Tentu saja.
"Maksimalkan waktu" bukan berarti Anda harus mencuri-curi waktu 10 menit di antara pekerjaan untuk menatap chart. Itu bodoh.
Memaksimalkan waktu berarti melakukan pekerjaan yang bernilai tinggi di waktu terbatas yang Anda miliki.
Kebanyakan part-timer menghabiskan waktu mereka secara salah:
Baliklah persentase itu.
Waktu trading utama Anda bukanlah Senin-Jumat. Waktu trading utama Anda adalah Sabtu dan Minggu.
Inilah yang Anda lakukan saat pasar tutup:
Ini adalah kerja kerasnya. Eksekusi di hari kerja seharusnya hanya 10% dari usaha Anda.
Ini adalah lanjutan dari Tip #2. Karena Anda tidak bisa memantau pasar 24/7, Anda harus menjadi lebih siap daripada full-time trader.
Seorang full-time trader bisa bereaksi terhadap berita dadakan. Anda? Anda sedang dalam presentasi penting saat The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga. Anda tidak bisa bereaksi.
Oleh karena itu, Anda harus antisipatif.
Pasar tidak akan memberi Anda diskon hanya karena Anda punya pekerjaan lain. Anda bersaing dengan orang-orang yang mendedikasikan 12 jam sehari untuk ini. Satu-satunya cara Anda bisa bersaing adalah dengan menjadi lebih pintar dan lebih disiplin.
Saya tahu. Anda benci journaling. Itu terasa seperti pekerjaan rumah. Tapi coba tebak? Ini adalah pekerjaan Anda.
Bagi part-time trader, jurnal bahkan lebih penting. Mengapa? Karena ingatan Anda akan menipu Anda.
Anda mengambil 5 trade minggu ini. 4 rugi, 1 untung besar. Pada hari Sabtu, otak Anda akan berkata, "Minggu ini lumayan! Saya dapat profit besar!" Jurnal Anda, jika jujur, akan berkata, "Anda trader yang buruk. Rasio menang Anda 20% dan Anda hanya beruntung di satu trade."
Karena Anda tidak bisa menatap chart sepanjang hari, Anda kehilangan "nuansa" pasar. Jurnal Anda adalah cara Anda mendapatkannya kembali.
Setiap entri jurnal mengubah satu trade menjadi tiga pengalaman belajar:
Anda mendapatkan 3x pengalaman dalam waktu yang terbatas. Tanpa jurnal, Anda hanya mengulangi kesalahan yang sama. Anda bukan trading selama setahun; Anda trading 1 minggu diulang 52 kali.
Anda akan melewatkan pergerakan besar.
Baca lagi. Anda akan melewatkan pergerakan besar.
Emas akan naik $100 dalam satu hari, dan Anda akan mengetahuinya 8 jam kemudian karena Anda sibuk bekerja. Anda akan merasa bodoh. Anda akan merasa "tertinggal". Anda akan merasakan FOMO (Fear of Missing Out) yang luar biasa.
Dan kemudian, Anda akan melakukan trade balas dendam yang impulsif. Dan Anda akan rugi.
Mindset seorang part-time trader adalah mindset seorang biksu.
Trading adalah aktivitas yang sepi. Trading paruh waktu bahkan lebih sepi.
Anda tidak bisa membicarakan trade Anda yang gagal dengan pasangan Anda (mereka akan khawatir) atau rekan kerja Anda (mereka pikir Anda gila atau penjudi). Anda butuh komunitas.
Tapi hati-hati.
Temukan tempat di mana orang lebih banyak bertanya daripada memberi tahu. Gunakan forum untuk belajar dan menyadari bahwa Anda tidak sendirian dalam perjuangan ini.
Ini adalah tips paling brutal dari semuanya.
Pekerjaan harian Anda adalah prioritas nomor satu Anda.
Titik.
Pekerjaan itulah yang membayar sewa, makanan, dan yang paling penting: modal trading Anda. Jika Anda mengorbankan kualitas pekerjaan Anda untuk trading, Anda akan dipecat. Dan kemudian Anda tidak punya penghasilan dan tidak punya modal.
Lebih jauh lagi, jika Anda stres di tempat kerja, jangan trading. Jika Anda baru saja bertengkar dengan bos Anda, jangan pulang dan "melampiaskannya" ke pasar. Anda akan dibantai.
Sebaliknya, jika Anda baru saja mengalami loss besar, jangan bawa emosi negatif itu ke pekerjaan Anda keesokan harinya.
Anda harus membangun tembok api (firewall) yang tebal antara kehidupan trading Anda dan kehidupan profesional/pribadi Anda.
Jika Anda tidak bisa memisahkan keduanya, Anda akan kehilangan keduanya.
Menjadi part-time trader bukanlah jalan pintas menuju kekayaan. Ini adalah "side hustle" paling menantang di dunia.
Ini bukan tentang menemukan indikator ajaib. Ini tentang manajemen waktu yang ekstrem, disiplin yang kejam, dan kesabaran seorang sniper. Anda harus menerima bahwa Anda akan lebih banyak menunggu daripada bertindak. Anda harus melakukan pekerjaan rumah Anda di akhir pekan. Anda harus melindungi pekerjaan utama Anda dengan segala cara.
Ini bukan untuk semua orang. Kebanyakan gagal.
Tapi jika Anda bisa menguasai 7 tips ini—terutama soal timeframe, journaling, dan prioritas—Anda tidak hanya akan bertahan. Anda mungkin akan berhasil.
P.S. Menavigasi pasar sendirian sambil sibuk bekerja itu berat. Anda membutuhkan panduan yang jujur dan komunitas yang tidak hanya pamer profit.
Untuk wawasan trading yang brutal jujur, edukatif, dan bebas 'halu' seperti ini, pastikan Anda follow semua akun sosial media INVEZTO. Kami di sini untuk memandu Anda melewati omong kosong pasar dengan data dan realitas.
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...