
Pernah dengar orang bilang forex itu "jalan pintas jadi kaya"? Lucunya, yang lebih sering kaya itu broker, bukan tradernya. Tapi mari kita kesampingkan sindiran itu dulu. Intinya, forex adalah pasar finansial paling besar, paling cair, dan paling ramai gosip ekonomi di dunia. Tiap hari, trader dari New York sampai Surabaya adu cepat klik buy/sell di pair mata uang, berharap kurs bergerak sesuai harapan. Spoiler alert: seringnya malah sebaliknya.
Forex alias foreign exchange itu simpel: tukar satu mata uang dengan yang lain, lalu berharap nilainya berubah sesuai arah taruhan kita. Pasarnya buka 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Jadi kalau Anda insomnia, daripada scroll TikTok, bisa juga mantengin candlestick. Tapi hati-hati, bisa bikin saldo jadi bahan tertawaan keluarga.
Setiap mata uang punya kode tiga huruf. Misalnya USD (US Dollar), EUR (Euro), GBP (Poundsterling). Kalau lihat EUR/USD, berarti kita lagi membandingkan euro dengan dolar. Mata uang pertama disebut base currency, yang kedua quote currency. Jadi kalau EUR/USD = 1.10, artinya satu euro harganya $1.10. Gampang kan? Gampang sampai masuk posisi lalu minus ratusan pips.
Simple? Betul. Untung terus? Oh tentu tidak.
Trading forex selalu "pasanganan". Beli satu, jual satunya. Contoh gampang: tukar €1.000 ke USD saat kurs 1.10, dapat $1.100. Kalau kemudian kurs jadi 1.00, dan tukar balik, Anda dapat €1.100. Untung €100. Kedengarannya mudah? Ya, sampai spread, komisi, dan emosi ikut nimbrung.
Setiap pair ada harga bid (jual ke broker) dan ask (beli dari broker). Selisihnya disebut spread. Spread ini biaya tak terlihat yang bikin broker kaya walaupun Anda masih mikirin nasi goreng malam ini.
Major pairs itu semua pair yang ada USD + satu mata uang besar lain. Likuid, spread tipis, favorit semua trader dari newbie sampai pro.
Raja segala pair. Likuiditas dalam-dalam, spread tipis, data ekonomi seabrek tiap minggu. Sering drama tiap kali Fed dan ECB beda kebijakan. Pernah jatuh di bawah 1.00 tahun 2022–2023, pertama kali dalam 20 tahun. Kalau mau belajar forex, biasanya mulai di sini.
Poundsterling vs Dolar. Dijuluki "Cable" dari zaman telegram transatlantik. Lebih sensitif sama politik dibanding pasangan toxic. Brexit, pergantian PM Inggris, atau pidato BoE bisa bikin grafiknya kayak rollercoaster.
Salah satu pair favorit Asia. JPY itu "safe haven", tapi juga mata uang paling sering dipinjem buat carry trade. Bedanya Fed naikin bunga, BoJ tetep adem ayem, bikin USD/JPY terbang. Tapi kalau ada krisis, yen langsung menguat kayak superhero.
CHF alias franc Swiss = mata uang netral dunia. Negara netral, bank aman, cokelat enak. Jadi kalau dunia chaos, semua lari ke CHF. Pair ini sering jadi indikator "sentimen takut" global.
Dolar Aussie ini kembaran harga komoditas. Naik kalau emas, batubara, bijih besi naik. Turun kalau harga komoditas jatuh. Juga dipengaruhi ekonomi China karena tetanggaan dagang.
Kembaran harga minyak. Kanada eksportir besar minyak. Kalau minyak naik, CAD perkasa. Kalau minyak jatuh, USD/CAD melonjak. Tahun 2016, WTI jatuh di bawah $30, pair ini melesat ke 1.46. Ngeri-ngeri sedap.
Mirip Aussie, tapi lebih kecil. NZD dipengaruhi harga susu (ya, susu sapi). Ekonomi New Zealand sangat bergantung pada ekspor dairy. Jadi kalau harga susu jatuh, Kiwi juga ikut meringis.
Minor pairs = pasangan mata uang besar tanpa USD. Likuiditasnya nggak segila major, tapi tetap seru.
Pertarungan tetangga: Euro vs Pound. Lebih kalem dibanding GBP/USD, cocok buat trader yang nggak suka drama berlebihan. Tapi Brexit masih jadi bahan gosip utama.
Dikenal super volatil. Pound emosional, Yen safe-haven. Kombinasi ini bikin GBP/JPY jadi favorit scalper yang suka adrenalin.
Euro vs Aussie. Kontras antara ekonomi jasa Eropa vs ekonomi komoditas Australia. Kalau harga emas dan besi naik, AUD kuat, EUR/AUD jatuh. Kalau harga komoditas drop, AUD lemah, EUR/AUD naik.
Kalau harga minyak meledak, CAD biasanya menguat, GBP/CAD pun jatuh. Kalau minyak ambruk, CAD lemah, pair ini melesat. Intinya, perhatikan chart minyak dulu sebelum buka posisi.
Euro vs Franc Swiss. Biasanya kalem, tapi bisa tiba-tiba panik kalau ada krisis di Eropa. SNB juga suka intervensi kalau franc terlalu kuat.
Exotic pairs = campuran mata uang besar dengan mata uang negara berkembang. Spread lebar, volatil tinggi, cocok buat trader yang doyan sensasi (atau mungkin nggak sayang saldo).
Dolar vs Dolar Singapura. Singapura itu pusat finansial Asia Tenggara. Uniknya, bank sentralnya (MAS) ngatur kurs, bukan suku bunga. Jadi pair ini lebih stabil, tapi tetap bisa jadi indikator kesehatan ekonomi Asia.
Hong Kong Dollar dipatok ke USD di kisaran 7.75–7.85. Jadi grafiknya cenderung datar, kecuali ada gejolak besar. Kalau peg terguncang, HKMA turun tangan.
Euro vs Lira Turki. Volatilnya bisa bikin jantung copot. Lira sensitif sama inflasi, politik, dan drama ekonomi Turki. Bisa bikin untung besar, atau akun margin call dalam sekejap.
Pound vs Rand Afrika Selatan. ZAR dipengaruhi harga emas, platinum, dan komoditas lain. Komoditas naik, ZAR kuat. Komoditas jatuh, ZAR lemah. Simpel, tapi ekstrem.
Karena trading forex tanpa tahu pair itu seperti main catur tanpa tahu aturan bidak. Anda bisa klik buy/sell, tapi kemungkinan besar cuma jadi donatur tetap broker. Paham karakter tiap pair itu kunci: mana yang stabil, mana yang liar, mana yang dipengaruhi komoditas, dan mana yang politis.
Dari EUR/USD yang elegan sampai EUR/TRY yang drama, forex menawarkan berbagai "menu" pasangan mata uang. Masing-masing punya sifat unik: ada yang likuid, ada yang emosional, ada yang ekstrem. Yang jelas, tanpa strategi dan manajemen risiko, semua pair sama saja: jebakan.
Pesan moral: jangan asal klik buy/sell karena lihat candlestick hijau atau merah. Pahami karakter, pelajari faktor penggerak, dan pilih pair yang sesuai dengan gaya trading Anda.
Kalau artikel ini bikin Anda ketawa miris sekaligus tercerahkan, jangan berhenti di sini. Follow akun sosial media INVEZTO untuk tips, sindiran, dan insight dunia trading lain yang bikin Anda lebih siap menghadapi pasar. Karena trading itu serius, tapi bukan berarti nggak bisa dinikmati dengan senyum sarkas.
Multi-Level Grid Trading M...
Bitcoin: Asia Serves Toxic...
Pasar Forex Curang? ...
Gartley Pattern MQL5: The ...